Jan 1, 2021 0 komentar

Monolog baru dihari kedua 2021


Bagaimana hari ini?
ketika kamu masih mencari tanda dari yang Maha satu akan pencarian?
mendulum dalam semak seolah mencari sebuah jarum yang patah dari sambungan lainnya?
selama kamu mampu untuk bersenda gurau dengan sengsara dalam hati, semua akan menjadi kebiasaan tanpa perlu dihiraukan.
kamu mungkin merasa baik baik saja, tapi dunia melihatmu sungguh mengenaskan.
atau malah mengagumkan?

angin segar akan selalu bersemilir meniup helai demi helai harapanmu yang masih terambing.
menjelajah akan manisnya sebuah angan yang bukan lagi milikmu.
tidak mengapa kamu melihatnya dengan kagum, mungkin ini akan menjadi sebuah jalan untuk kamu mulai belajar mengagumi perjuanganmu sendiri...

tidak semua kilau akan mendapat tempat untuk cemerlang...
dan tidak semua lusuh tidak memiliki tempat untuk kelak berkilau..

Kamu pun mendiamkan pikiranmu sendiri dan terabaikan suasana.
terabaikan dengan pilihan tanpa memilih...

kamu benar, pada saatnya ditelinga yang tepat untuk mendengar..
kamu baik, pada saatnya dihati yang tepat untuk memperbaiki.

kelak kamu akan mengerti...
apa fungsimu dalam memiliki jiwa dalam sebuah raga yang tidak sempurna...
apa fungsi dari keinginanmu yang belum tercapai...
dan 
apa fungsi hari ini dan berikutnya....

atau
ada pertanyaan lain yang lebih butuh untuk ditanyakan?








Jul 20, 2019 0 komentar
Nov 8, 2016 0 komentar

SEA 5 - Siapa?

   
sumber gambar : pinterest

   “Cepat beritahu ibu Dandeli,, apa yang kamu ketahui tentang Sea?”
                Dandeli hanya bisa menunduk. Dia tidak berani menatap kedalam mata ibunya, ia tau kalau sampai ia menatap ibunya, dia tidak akan bisa menyembunyikan setetes pun rahasia sahabatnya itu.
                Suara hujan diluar sana semakin membuat hawa dingin merasuk kedalam selimut mereka, hangatnya dekapan ibunda Dandelion tidak dapat melawan hawa dingin yang ada dalam benak Dandeli. Ingin sekali rasanya Dandelion menceritakan jejak demi jejak yang ada diingatannya mengenai Sea. Ingin sekali rasanya Dandelion menceritakan bagaimana kemilaunya Sea saat berada didalam lautan. Tentang bagaimana mengesankannya Sea yang bisa berlama-lama berada didasar laut. Tentang bagaimana munculnya insang yang ada dibalik telinga Sea. Tentang bagaimana tiba-tiba Sea menjadi manusia yang memiliki kelebihan luar biasa itu. Kelebihan yang tidak bisa diterima oleh mereka yang terlihat wajar. Ya, Dandelion tidak terlihat wajar, dia cacat, oleh karena itulah dia bisa menerima dan menjaga kepercayaan Sea mengenai itu semua. Mereka berdua sama-sama berbeda dari manusia lain.
***
                Setelah memindahkan Sea yang tiba-tiba rubuh dan pingsan ke dalam kamar, Samudra merasa sedikit bersalah terhadap Sea. Karena dia terlalu memaksa Sea untuk menceritakan hal berat yang baru dialaminya di laut.  Mungkin Sea benar mengenai kapalnya yang karam. Sekarang dihadapannya Sea dengan muka pucat dan tangan serta kakinya yang sedingin es terbaring diatas tempat tidur. Sam semakin tidak tega melihat kondisi Sea yang merintih-rintih dan mengigau tidak jelas. Dari kondisi fisiknya, Sam tau, Sea benar-benar sedang dalam kesulitan. Hanya saja, dia tidak tau apa yang harus diperbuat selain mengompres kening Sea dan menyelimutinya dengan selimut tebal dari lemari. Tapi ada satu hal yang yang mengganjal benaknya, jika benar Sea terombang-ambing dilautan, lalu mengapa kulitnya tidak terbakar? Justru Sea memiliki kulit yang berkilau dan bersih. Atau jangan-jangan Sea adalah,,, tapi tidak mungkin! Itu hanya sebuah dongeng dari ayahnya. Dongeng rakyat yang hanya mengandalkan imajinasi. Itu tidak mungkin.
***
sumber gambar : kwikku.com 

                Hawa yang begitu dingin dalam gelap ini mendadak merasuk menyerang pertahananku. Sepertinya salah jika aku malah membiarkan diriku masuk kedalam bayangan pikiran-pikiran ini. Hanya saja terlalu lelah dan menyakitkan untuk terus melawan selama ini. Mungkin ini sudah waktunya. Waktunya aku untuk selesai.
                “Sea,,,” ada yang memanggilku. Suara itu lagi.
                Aku mencari-cari siapa yang memanggilku dalam gelap ini. Ketakutan kembali menjalar memenuhi setiap ruang dalam diriku. Tapi entah kenapa, sesaknya keingintahuanku akan ribuan pertanyaan malah mengalahkan ketakutan itu sendiri. Mataku mencari-cari dalam gelap yang sangat hitam. Sampai aku menyerah dan tiba-tiba silau itu sekelebat datang dengan cepat. Silau yang berpendar menyakitkan mata untuk melihatnya. Namun lama kelamaan silau itu perlahan melembut dan menjadi kilau yang indah. Tarian warna-warni cahaya yang indah dan tidak pernah kulihat sebelumnya. Kilau aurora yang berkerlap kerlip dan mulai mengantarkan sesosok yang belum bisa kulihat jelas.
                “Sea,,” kembali suara itu memanggilku.
                Aku mendongak memaksakan untuk melihat siapa yang bicara padaku. Terkejut dengan apa yang kulihat. Aku seperti melihat cerminan diriku sendiri ketika sedang berada dalam laut. Wanita ini persis mirip sekali denganku, hanya saja kulitnya yang lebih berkilau dan matanya yang berwarna hijau menjadi pembeda antara kami. Dia juga lebih cantik dalam balutan gaun yang baru kali ini kulihat jelas dalam bayanganku. Siapa dia? Bibirku tidak bisa mengucapkan sepatah kata apapun. Aku mengenali suaranya, suara yang selama ini selalu mengganggu benakku. Yang membisikkan berbagai hal yang tidak bisa kumengerti sama sekali. Dia yang selama ini menggangguku dalam kehidupan sebagai manusia normalku. Mendadak kemarahanku memuncak. Dialah yang membuat aku merasakan sakit yang luar biasa dan sesak yang luar biasa selama ini. Dialah yang telah membuatku seperti ini! Menjadi manusia aneh! Entah sihir apa yang dia lakukan padaku hingga membuatku seperti ini. Aku sangat membencinya, siapapun dia. Aku benar-benar membencinya dengan segenap hatiku.
                “Sea,, dengarkan aku. Kamu sudah berada ditempat yang tepat dan aman! Dan,,,” belum selesai wanita itu selesai bicara, aku melihatnya seperti menahan sakit yang luar biasa. Aku tau, aku juga seperti itu ketika sakit itu datang. “,,dan,, jangan berikan kepada siapapun kalung itu!”
BLASH! Seketika silau cahaya yang menyakitkan mata itu datang dan menghilang dengan cepat. Semua kembali gelap.
***
Samudra masih berada didalam keraguannya sementara Sea belum sadar. Apakah Sea benar-benar salah satu kaum yang ada dalam cerita rakyat yang ayahnya pernah ceritakan? Jika dirunut dari keanehan-keanehan dan cerita janggal serta betapa indahnya fisik Sea, Sam yakin jika dugaannya benar. Tapi yang membuatnya ragu, apakah cerita rakyat itu benar-benar pernah terjadi?
Tiba-tiba Sea membuka mata dan mendapati Sam sedang menatap. Matanya masih terasa berat dan alam sadarnya masih membuatnya linglung. Sea masih memikirkan kata-kata wanita yang ada dalam bayangannya tadi. Ia bahkan tidak memedulikan tatapan penuh pertanyaan Sam.
“Boleh aku minta air?” pinta Sea pada Sam yang masih menatap kearahnya.
Sam masih menatap.
“Heiii Sam,, aku haus,,” kibasan tangan Sea tidak membuat Sam bergerak.
Sam masih menatap Sea. Sam teringat sebuah kisah yang ayahnya pernah ceritakan. Sebuah rahasia lautan yang tidak semua orang dapat ketahui. Kehidupan penuh misteri dalam air yang sampai saat ini belum bisa terungkap kebenarannya. Meskipun beberapa bukti telah ada di beberapa museum, namun banyak para peneliti yang menyerah untuk memecahkan misteri itu semua.
Sea geram, lalu mengambil bantal dan melemparnya langsung ke wajah Sam. Tapi tangan Sam lebih cepat daripada yang Sea kira. Secepat kilat Sam menangkis bantal yang dilempar Sea, kemudian langsung mencengkeram lengannya.
“Siapa kamu Sea?”

May 13, 2016 0 komentar

Masa dimana,,

sumber gambar : Favim.com
 
"Ada masa dimana kamu membutuhkan tempat yang hening
dan jauh dari keramaian.
Hanya untuk mendengarkan dengan seksama 
pikiranmu yang berkecamuk
 dan pikuk." -wnd
 
Dan dari mana mulainya ketika jiwa ini terpental?
jauh dari kegilaan ego yang makin membumbung dan terjal tuk dipertahankan.
iya aku tau langit..
tinggi dan menjanjikan semu tuk digapai ketika berbaring.
indah dan menjanjikan semu abadi tuk senantiasa.
 
begitukah cara ego bekerja?
membiarkan jiwa dan rasa menjadi korban dalam damai yang tidak nyata?
sedangkan raga hanya bisa bekerja keras membantu menampilkan ceria?
sampai terombang ambing pada gila yang mengiris perih?
sampai tidak dapat percaya pada apa yang katanya setia?
ini kah caramu bekerja?
 
Rumput ini sempat basah sebelum terinjak.
Hujan yang meratakan basahnya dan menghindarkannya dari debu.
tidak bisakah kau seperti mereka?
setidaknya berikan embun yang tenang dalam kecamuk ini, setidaknya.
 
jelas sudah, kemarahan ini ditujukan untuk siapa.
Egoku hanya membuatku kembali mencabik damai yang sejuk.
menerobos bingar dan merubah haluan menuju rasi bintang yang pudar.
beginikah caramu membalas loyalku?
membuatku panas dan miris menyesali semuanya.
menjadikanku seorang pemarah yang tidak tau kemana harus ditujukan.
 
kini, biarkan aku tenang sejenak..
menikmati gemuruh hati ini hingga tau sesuatu yang dicari.
pergi jauhlah sejenak hai ego.
aku ingin tepat bertindak.
tak ingin salah lagi dan lagi.

Tenangkan aku hai gemericik air.
rendahkan hatiku hai bukit.
pergilah jauh hai kabut.
tak apa dingin ini menusukku,, 
karena dingin mengingatkanku untuk tidak mati rasa.

ingatkan aku akan setianya.
ingatkan aku akan usahanya.
ingatkan aku akan apa yang kurasakan juga.

doakan aku langit.

-wnd-
dibukit hijau dalam balutan pikuknya isi kepala.



 sumber gambar : favim.com
 
 just tell me.
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 
 
 
Aug 21, 2014 0 komentar

Judul ini bernama 'kemarin'.


Bisa saja aku hanya duduk dan diam disini. Selalu menunggu dalam sela-sela kehangatan secangkir teh yang asapnya mengebul menerjang hawa sejuk rintiknya gerimis. 
Bisa saja aku hanya memangku tangan dan memeluk lutut ini yang mulai lunglai di sisi sudut nan nyaman. Hanya untuk melihat dan memastikan sebuah harap itu masih bisa meluangkan waktunya untukku.
Bisa saja dan bisa saja,,, semua halusinasi ini menjadi payah dan memudar dalam sebersit sinar pagi yang ada didepan sana.

Harum. Itu namaku. Seorang perempuan muslim biasa saja yang baru saja hatinya dipatahkan oleh kalimat ketidak beruntungan. Tapi tampak beruntung bagi mata yang hanya ingin melihat betapa indahnya senyumku dihadapan mereka yang melahap namanya nama baik.

"Jadi bagaimana? Semua yang kamu tanyakan sudah kujawab,, apa lagi yang ingin kamu tanyakan?" Anisa yang kini kembali bertanya padaku.

Aku mengerti bahwa apa yang diberitakan terkadang mengacu akan menghalalkan tanpa didasari hadist atau isi dari Alquran. Tapi aku tidak tau bagaimana cara untuk memuaskan segala pertanyaan yang hadir dalam benakku bersamaan dengan hadirnya sebuah rasa yang pastinya bukan tanpa alasan menghadirkannya di hatiku saat ini.

"Nisa,, tapi apa jadinya jika kita berada dekat dengan yang haram namun kita tidak menyentuhnya sama sekali?" tanyaku.

"Sudah jelas,, dari awal kita sudah diharuskan untuk menjauhi yang diharamkan. Sama seperti ketika kita melihat sesuatu yang salah, yang malah kita justru bukan memperbaikinya, malah memakluminya. Sekarang aku tanya sama kamu Harum,, sebuah kesalahan itu, apakah harusnya dimaklumi atau diperbaiki?"

Lagi lagi aku hanya termangu akan perkataan Anisa. 

"Aku sadar, bahwa kadang kita sebagai manusia sulit membedakan antara keinginan dan kenyataan yang salah. Terkadang kita kalah dalam peperangan melawan keinginan kita sebagai manusia yang harusnya taat akan perintah Tuhannya. Dan kadang kita sebagai manusia merasa mewajarkan mengingkari perintah Tuhan kita hanya karena sebuah alasan, jalan buntu. Ya kan?" Anisa memandangku dengan tajam. " Tapi,, apa kita pantas menentukan yang salah itu wajar untuk dimaklumi,sedangkan di Alquran dan hadist,, sudah jelas-jelas itu semua SALAH. Apa kita pantas membuat peraturan sendiri melawan Alquran dan hadist hanya demi pemakluman semata? Apa itu yang diharus diwajarkan?"

Aku berusaha menyelami baik baik perkataan Anisa. 

Semua ini mulai ada benang merah yang membuatku semakin luluh akan kata taat. Cerminan cerminan segala pengalaman orang lain dan pengalamanku hari hari kemarin. Yang membuat semua ini berada dalam sebuah jalur hikmah yang mendalam.

Ya, hari kemarin yang membuatku tersaruk saruk  akan sebuah pematahan hati sepihak. Sebuah hari kemarin yang menentukan berada dititik mana saat ini aku berada. Seorang Harum ternyata hanya perempuan kecil yang menunggu genggaman hujan untuk meneduhkannya dari gersangnya hati. Yang justru dititik ini, justru aku tau,, Tuhan memiliki seribu cara untuk merangkulku. Merangkulku yang hampir saja melupakan bahwa Tuhan MAHA ADIL,, Tuhan MAHA BIJAKSANA.

Ya, mungkin. Jika saja hari kemarin itu aku tidak tersungkur jatuh dan hatiku patah sepatah patahnya. Aku tidak mungkin mendapatkan jawaban ini. Aku tidak mungkin menemukan bahwa bijaknya Tuhan yang luar biasa Maha itu, justru ada didepan hidungku selama ini. Entah apa yang membutakanku hingga tidak melihatnya sama sekali. Mungkin pemakluman itu sendiri, atau,, hanya sebuah keinginan yang berkedok kebuntuan. Ya,, Maha Besar Tuhanku yang selalu memiliki ribuan cara yang diluar nalarku untuk membuktikan bahwa ini semua untuk kebaikan hambanya.

Dan bila saja,, secangkir teh hangat ini tidak ku genggam. Aku tidak mungkin merasakan rasa manisnya yang hangat. Aku tidak akan mungkin meneguknya dengan kesabaran menunggu dingin. Semua ini hanyalah proses akan hari kemarin.

Hari kemarin yang lama diingat namun singkat dilewati. 

Aku Harum. Seorang perempuan kecil yang masih tumpul akan pengetahuan namun perlahan mengerti, bahwa yang salah harus diluruskan, bukan untuk dimaklumi. 

 

sumber gambar : favim.com

May 20, 2014 0 komentar

Terkadang,seandainya dan setidaknya?

sumber gambar : Favim.com

"Seketika keinginan kamu menjadi nyata ketika kamu kecil, 
tapi membuyar saat kamu dewasa,, 
tapi itu hidup kan? 
Ketika kamu sibuk untuk hidupmu atau kamu malah menyibukan diri untuk kematianmu?"


Ada kalanya ketika kamu benar-benar ingin mati saja? Tapi kamu terlalu takut untuk itu, dan terlalu pengecut untuk mengambil keputusan itu. Dan hanya satu buah pilihanmu, adalah hidup dan hadapi semuanya meskipun kamu harus berdarah-darah dan ada dipersimpangan ambang kematian itu sendiri. Kemudian ketika kamu memenangkan pertaruhan itu, justru kamu dihadapi oleh kenyataan yang lebih mematikan lagi dan membuang energimu sia-sia. Ya, kamu tidak tau berjuang untuk apa selama ini,, untuk siapa? Karena kamu tau, selama ini kamu hanyalah sebuah atribut bagi orang lain,, bahkan untuk sebuah harapan memiliki hidupmu sendiri saja, itu mustahil, yang kamu bisa hanya menulis harapan dan harapan,,, tanpa tau kapan harapan kamu itu bisa kamu rengkuh.

Terkadang,, ya, terkadang. Keinginan itu begitu besar dan meletup-letup. Hanya untuk sebuah kata, yaitu bahagia. Yang kadang juga, kita begitu panik takut tidak mendapatkannya, hingga membuat kita justru jauh darinya.

Normalnya, bahagia itu kita yang ciptakan kan? Kata orang bahagia itu ada dalam diri masing-masing,, kata orang bahagia itu kita yang tentukan. Tapi bagaimana nasib kamu, ketika kamu menyadari dan akhirnya tau, bahwa bahagia kamu ternyata ada dalam genggaman orang lain? 

Bagaimana jika ternyata lebih banyak orang yang tidak bisa memahamimu, dan hanya satu orang yang memahamimu. Tapi, justru dia yang satu-satunya yang malah menggenggam bahagiamu dan pergi membawanya begitu saja tanpa memperdulikan nasibmu nanti?

Kamu tau? Ketika sebuah mawar merekah dan harumnya menawan hati. Mawar itu tau, bahwa kebahagiaannya akan dipetik dan kemudian dia mati dalam layu. Ya, meskipun sebelumnya yang memetik kebahagiaannya akan terluka sedikit untuk durinya. Tapi mawar rela menyerahkan hidupnya untuk dipetik dan mati layu. Itukah pengorbanan? 

Tidak siapapun yang kemudian memahamimu, karena mereka bukan kamu. Tapi kamu justru memahami dan memaklumi perbuatan mereka, karena kamu sadar, kamu memang sulit untuk dipahami. Jadi seperti apa jadinya? 


May 8, 2014 0 komentar

Tidak boleh menangis?

sumber gambar : www.favim.com


Semua ini sudah diluar batas kemampuan saya menahan dan menampung airmata saya. Tapi kalian tidak memperbolehkan saya menangis? Saya tidak boleh terlihat lemah? Karena menangis dan lemah adalah hal yang memalukan?

Mungkin kalian akan berfikir saya adalah anak yang angkuh dan sombong. Percayalah saya tidak ingin menjadi angkuh dan sombong. Mungkin itu hanya efek dari saya yang memutuskan untuk menentukan sikap dan menyamankan hati saya dari rasa kecewa. Ya mungkin kalian tidak menyadarinya, atau tidak akan pernah bisa menyadarinya.

Sumber Gambar : www.favim.com

Kalian tau,
hal yang paling menyakitkan dalam hidup itu apa? 
Bukan hanya kehilangan orang yang kita cintai dan sayangi.
Tapi, 
merasa tidak diinginkan dan dimiliki apalagi merasa tidak diperjuangkan, 
itu jauh lebih sakit daripada kehilangan. 

Sumber gambar : www.favim.com

Setidaknya,
 saya menangis bukan untuk merongrong kalian untuk mengasihani saya.
 Itu saya lakukan hanya agar saya merasa lebih baik,
setelah beban ini mulai melewati batas. 

its just,,

sumber gambar : www.favim.com

with my own way,,
May 4, 2014 0 komentar

Bianglala,,

sumber gambar : disiniina.blogspot.com

Aku memimpikan sebuah bianglala yang warnanya lebih dari sekedar warna dan warni„
Berhiaskan lampu-lampu yang kemilaunya berpendar dan berpencar sampai ke sela-sela kecil mata hatiku„
Aku tetap menyimpan mimpi itu dalam kotak berpernik indah yang terukir kata kenangan.

Senyumku selalu hadir jika membayangkannya.
Meskipun hanya sebuah mimpi dikala sepasang mataku letih untuk melihat terang„
Aku menikmati indah bianglala itu.
Meskipun hanya sebuah imajinasi saat pikiran bawah sadarku berkelana dalam hembusan teratur nafasku ketika lelap membelai„
Aku merindukan bianglala itu.
Meskipun aku tau,nyata pola bianglala itu hanya sebuah bunga tidur„
Tapi warna dan warninya merasuk sampai kedalam relung kebahagiaanku.
Kamu tau kenapa?
Karena disana ada kamu yang duduk tepat disebelahku.
Menggenggam jemariku yang mulai lemah karena takut ketinggian„
Meneguhkan hatiku agar berani merengkuh bahagia„
Menangkap detak nadiku saat debar ini semakin tak karuan melihat tingginya angkuh hati„
Benar„
Ada kerinduan disini„
Dipusaran bianglala yang berbentuk lingkaran„
Yang lingkarnya hampir menyamai besarnya lubang hampa hati ini„
Meskipun merasa tidak dirindukan itu sakit„
Tapi aku tidak gentar merasakannya.
Menjadi dewasa akan kesabaran bianglala yang kadang membawa kita diatas dan terkadang turun„
Bahkan terkadang membuat kita menunggu giliran untuk menaikinya„
Bukankah ini hanya permainan?
Permainan mimpi dan harapan„
Meskipun ketika nanti saatnya aku tidak lagi tertidur„
Aku sadar bahwa mimpi„ atau harapan„
Bukanlah sebuah permainan.
Tapi sebuah rasa„
Rasa yang Tuhan telah anugerahkan kepada semua manusia„
Dan ada untuk diikhlaskan kemunculannya„
Sama seperti ketika bianglala membuka pintu ayunannya,dan membiarkan siapapun masuk untuk dia bawa naik ke atas„ atau turun kebawah„
Tidak peduli siapapun dan apapun ras-nya„
Bianglala tetap membiarkan kita masuk dan menikmati hidangan ‘rasa’ pemandangan indah ketika kita sampai pada titik teratas„,

0 komentar

Surprisingly Strawberry


Strawberry,,

sumber gambar : coachellaunincorporated.org

ini,,,


sumber gambar : warwickshire.livingmag.co.uk

dan ini,,,

sumber gambar : alphacoders.com


Sudah tau bagaimana pohonnya?

ini dia,,,


Sumber gambar : Hgtvgarden.com

Kemudian ini,,,

Sumber gambar : Rosalindcreasy.com

Bisa jadi makanan yummy,,,


sumber gambar : Yelp.com

dan makanan sehat,,

sumber gambar : thecomfortofcooking.com

Saya suka strawberry,,

anak ini juga suka,,

sumber gambar : strawberrysue.com

dia juga,,

sumber gambar : Flickr.com

wowh,,

eh ada lagi nih,,

si kura-kura juga ga mau ketinggalan,, hahaa,,

sumber gambar : the-daily-matt.blogspot.com

kata siapa makan strawberry ga gaul? 
anak gaul aja suka tuh,,

sumber gambar : footage.shutterstage.com

yup,, we love strawberry,,

Karena Strawberry,,
 mengajarkan banyak hal yang sederhana tapi luar biasa,,
seperti bagaimana bentuk dan warna yang menarik perhatian siapapun untuk mencoba,,
Tapi memiliki harga yang sangat mahal jika ingin mendapatkan,,
Begitu bersusah payah mendapatkan dan mencicipi diawal, ternyata,,
Ya begitulah,, rasanya asam,,
tinggal menjadi pilihan kita ingin membuang begitu saja bekas gigitan pertama dan menyudahinya,,
atau terus mencari tau,,
jika menyerah akan rasa asamnya, ya buang saja,,
tapi jika kamu tau apa saja yang terkandung dalam satu saja buah strawberry,,
dan kamu tau manfaat besar dimasa depanmu,,
saya tau kamu akan terus memakannya,,
seperti inilah cinta strawberry yang disajikan untukmu,,
meskipun asam,, dia akan memberi manfaat besar bagi kehidupanmu kedepannya,,
begitu juga hidup bukan?

sumber gambar : chillinaris.wordpress.com

'Tuhan akan memberi kejutan untukmu merasakan sesuatu,,
seperti rasa asam pada buah strawberry yang membuat kaget dan terbangun dari ketidaksadaranmu,,
kemudian lihatlah hasilnya,, 
mata ini  mulai terbuka lebih lebar dalam melihat apa yang ada dihadapanmu,, 
dan jika kamu meneruskannya,,
lihat lagi, begitu banyak vitamin baik yang bisa kamu ambil dari itu semua,, '

 
0 komentar

Lovely Place

sumber gambar : Beachcomberperte.com
Lovelyplace sebuah tempat nyaman yang membuat kita ingin ada didalamnya,membenahi dan mengisi dengan pernak-pernik kecil yang membuatnya semakin penuh dengan imajinasi dan ketika membuka pintu untuk melangkah keluar, perjalanan baru sudah tersaji hangat.
"Jadi begini rasanya„?"
Sebuah kalimat pertanyaan mengejutkan yang keluar begitu sudah selesai menghadapi sesuatu.
"Memang seperti apa rasanya?"
Membalikkan pertanyaan ternyata sama saja melempar sesuatu yang kita butuhkan. Membuat kita mencari-cari kembali yang kita lempar jauh entah kemana.
"Rasanya seperti ada dirumah. Dirumah yang kita sudah tau dimana dapur,dimana ruang tamu dan dimana halaman belakang. Nyaman begitu ada dirumah."
Ketika menemukan yang kita lempar jauh,kita masih belum tau harus melakukan apa dengan yang kita temukan itu.
"Memangnya nyaman karena apa?"
Dan muncullah berbagai siluet sebab akibat yang silih bergulir disekeliling kita tanpa kita sadar,itu memang terjadi.
"Aku ternyata hanya letih„ itu sebabnya. Letih kesana kemari sampai hilang dan lupa ada dimana. Letih terlalu sibuk mengejar hal,yang sampai lupa menikmati perjalanannya. Letih yang membuatku lupa akan rasa nyaman,dan menyadari,ternyata aku sudah melewatkan banyak hal kemarin. Tapi aku tidak mau letih„ aku masih belum sampai. Tapi sekarang aku mulai bisa nyaman„ nyaman yang seperti ada dirumah."
Ya,memutar-mutar hanya membuat letih.
"Lalu?"
Kemudian. Timbul keinginan-keinginan yang selama ini terlewatkan.
"Akhirnya aku merasakan ini. Rasa nyaman menjadi aku. Tanpa berat menanggung apa yang dikejar. Sampai lupa,sebenarnya aku ada dirumah. Rumah yang sangat kukenali seluk beluknya. Relung-relung yang sangat kukenali likunya. Kotak-kotak yang sangat kuhafal susunannya. Dirumah yang diisi dengan sebuah yang namanya keluarga,hangat,damai,dan menjagaku dari cuaca buruk„"
Jawaban yang menyadarkan. Membuka mata mulai menjadi ringan.
"Apa dia tidak menjagamu?"
Sama seperti bola yang memantul saat dilempar. Pertanyaan dan jawabanpun seperti itu.
"Ya. Tapi sudah selesai. Aku tidak lagi bergantung padanya. Aku punya diriku sendiri untuk kuandalkan. Sudah kubilangkan? Aku sudah dirumah. Aku sudah tau apa yang harus kulakukan„"
Mungkin.
"Apa sudah selesai?"
"Belum. Masih banyak yang harus dibereskan dan dibenahi dirumah ini. Lagi pula,aku ingin mengganti dekorasi baru dan membuatnya lebih indah„"
"Apa lagi yang bisa kukatakan atau kulakukan?"
"Diam saja dulu disitu„ nanti ketika semua debu usang ini sudah bersih,dan dekorasi baru sudah tertata rapi,kamu kupersilahkan masuk dan kusuguhkan teh hangat diruang tamu„"
"Sampai sabarku habis?"
"Kamu tidak perlu menghabiskan kesabaranmu jika kamu juga punya rumah yang harus kamu tata rapi kembali kan? Atau mungkin dekorasi baru juga? Siapa tau nanti kita bisa saling berkunjung dan menyuguhkan secangkir teh hangat?"
Ya,secangkir teh hangat dan perbincangan kecil yang pastinya bisa  dilakukan.

May 2, 2014 0 komentar

inside here,,

"Bahagia itu sederhana, 
sesederhana ketika kamu melihat terang dalam gelap,,
atau sesederhana kamu mendengarkan lantun dalam kesunyian."

sumber gambar : Favim.com
"aku dan kamu memiliki ribuan mimik wajah dimasa-masa tertentu,,
lalu kenapa kamu mempermasalahkan mimik wajah yang lain? 
Padahal mungkin saja kamu juga pernah memiliki mimik wajah yang sama dikala tertentu,tapi yang lain tidak mempermasalahkannya kan? Mengerti maksudku?"


"Tidak ada yang sempurna memang,
seperti helai daun yang rusak karena angin,,
seperti itu kita tidak saling mengenal,,"

"Cinta itu seperti sekarang,,
ketika ku menutup mata, dan sebentar lagi ku membuka mata,
aku ingin kamu yang ada dihadapanku."

"Rindu itu seperti saat ini,,
ketika ku menutup mata, hanya ada kamu disana,,"

"Terkadang mencoba menjadi orang lain itu mudah,,
tapi nyata-nya, aku tidak bisa,,
sekejap dan sedentang bel saja, aku sudah merusak semuanya"

"Mendengarkan suara dentingan piano kecil menenangkan bukan,,
tapi ada yang lebih menenangkan lagi,,
ketika aku bersujud,,
dan menyebut namamu dalam doa-ku pada Tuhanku,,"

"Aku tidak marah,,
diamku hanya bentuk sikapku ketika ada yang tidak beres,,
ketika bias menjadi percikan api yan mulai menyakitkan."

"Tidak perlu semua orang memahamiku,,
aku hanya ingin kamu yang memahamiku,,
jika tidak, tetap disitu,, ikut diam denganku dan alihkan aku,,"

"Bukankah menjadi dewasa itu tidak dengan cara membesar-besarkan diri sendiri?
tapi merangkul dan menjadi panutan yang tidak mencoreng tinta.
tidak dengan mengecilkan orang lain, mencemooh orang lain,,
lalu berkata, aku jauh lebih dewasa dari kamu,,"

sumber gambar : Favim.com

Saya tidak pernah merasa lebih baik dari siapapun,,
Saya bahkan masih belajar menjadi diri sendiri, dan mengenal diri sendiri,,
siapa saya yang pantas menjadi juri hidup yang lain?

"Romantis itu bukan kata-kata gombal,,
tapi apa yang ada sebenarnya dihatimu menanggapi isi hati ini,,"

"Ya,, Saya tau, bukan saya satu-satunya yang pernah merasakan apa itu sakit didunia ini,,
lalu kenapa? Toh saya tidak meminta belas kasihan pada siapapun kan?
Saya hanya butuh Tuhan saya saat ini,  jika ada yang merangkul,,
Itu pasti hadiah dari Tuhan saya atas segala doa saya dalam sujud,,
iya kan? Maaf kalau saya salah,,"

sumber gambar : Favim.com

Total Pageviews

Blogger templates

 
;