Oct 30, 2025

SOULS?

‎menjaga hati yang juga dijaga.

‎menjaga jiwa yang juga sedang saling menata.

‎menjaga setia dalam sunyi yang hanya disaksi oleh jiwa itu sendiri,

‎dan mendendam untuk saling memeluk dalam satu tenang tanpa perang.


‎Jika memang bukan akhirnya yang disiapkan, maka mungkin prosesnya akan menjadi kenang dalam senang?

‎bersenandung yang saling balas untuk dibahas dalam bahasa jiwa dan sinyal rahasia penuh cerita.

‎merindu makna akan proses panjang perjalanan sebuah pembelajaran.

‎saling merefleksikan luka dan mengobati hingga pulih tidak terlalu sakit dirasa akan cerita lalu.

‎Maka apa makna iya dalam tidak, atau makna tidak dalam iya jika sekata sudah saling menggenggam penuh rasa dalam cakra?


‎Dua jiwa yang saling memeluk dalam hening tanpa sorotan panggung akan validasi dunia.

‎Merengkuh bijak dengan seksama akan fondasi yang menguatkan akar bukan hanya memanjangkan dahan.

‎Dua jiwa terpisah jarak dan luka untuk saling utuh dalam merekah buah tabah hingga bias tidak lagi kelak dijadikan alasan tengkar.

‎menyelesaikan kemenangan kehendak sendiri untuk saling memenangkan medan tempur jiwa masing masing.

‎meneduh segala peluh dalam saling rengkuh akan riuh dikepala para jiwa.

‎berbuah sebuah sikap tegas dan keputusan tegas untuk saling memilih.


‎irama saling menjalani dengan tenang dan riang yang penuh wibawa.

‎api kecil tidak lagi menjadi pemantik untuk bahan bakar emosi yang membawa luka,

‎namun menjadi cahaya yang menerangi tiap langkah yang ditatih dengan harapan menemukan jalan dan upaya menemukan jejak untuk bisa bersama.


‎pernah saling menjadi luka.

‎namun juga saling menjadi cahaya.

‎pernah saling meninggalkan.

‎namun juga saling menjadi tempat pulang.

‎tetap bertahan walaupun makna semakin terkikis akan rasa sakit yang kian menderma maaf.


‎entah bagaimana rasanya jika dua jiwa ini tidak saling memiliki pada akhirnya?

‎entah bagaimana rasanya jika dua jiwa ini tidak saling pulang pada akhirnya?

‎entah bagaimana rasanya jika dua jiwa ini tidak lagi saling menggenggam?

‎entah bagaimana rasanya jika dua jiwa ini tidak saling hadir?


‎namun,


‎bagaimana jika dua jiwa ini tetap saling mengikat?

‎bagaimana jika dua jiwa ini tetap saling mengisi?

‎bagaimana jika dua jiwa ini tetap saling ada?

‎bagaimana jika dua jiwa saling berani menerima?

‎bagaimana jika dua jiwa ini tidak saling menyakiti?

‎bagaimana jika dua jiwa ini tetap saling memeluk?

‎bagaimana jika dua jiwa ini tetap berpendirian teguh akan keras kepalanya saling mengisi?

‎bagaimana jika dua jiwa ini tetap saling menginspirasi?


‎bagaimana jika dua jiwa ini saling menetap untuk menatap masa depan mereka?


‎bagaimana jadinya nanti?

Kenapa cerita ini menjadi bahan bualan jiwa jiwa lain?



0 komentar:

Post a Comment

Total Pageviews

Blogger templates

 
;