Samudera, membawa petunjuk pada lapang tanpa tepi.
Seperti sajinya tudung dalam berbagai diorama kilau hidup yang penuh ombang dan ambing kenang atau renang bertarung arung?
Menghanyutkan imaji dalam dalam, demi dekap sang ilahi robbi?
Bias pencapaian memudar sejenak ketika takut merajam dalam liang yang terbayang dalam kesendirian kain kafan nantinya?
Menyandang aku dalam diri ke aku-an yang memakna senyap penuh kias dalam ringkas selam diam diam.
Menyadur lagi menyaruk tersaruk senyawa damai yang entah bagaimana rasanya penuh dilingkup penuh kuyup.
Hijau daun daun basah rebah dalam henyak yang banyak.
Memikirkan timpang dalam kenyang yang melayang akan selayang bidang rindang masa depan?
Berbagai dendang tidak lagi menjadi sindang yang mendinginkan sejuk.
Peluk hati yang dinilai rinai rinai tunai berurai dawai.
Namun ku nyata dan benar akan rasa damai.
Bagaimana Tuhan begitu baik memekik terik nan cantik sesudah badai?
Bagaimana aku meragu pada janji Tuhan yang penuh nyawa bernadi?
Bagaimana dengan raga yang bertindak tepat tidak melayak berdampak?
~🌱💕
Still listening yiruma~

0 komentar:
Post a Comment