Saat itu, kamu satu-satunya yang kucintai,,
Saat dimana hatiku dipenuhi awan-awan rindu dan langit tidak hanya berisi kapas putih,,
Tapi penuh bunga-bunga cantik yang menambah warna disela musim mendungku,,
Saat itu, kamu yang kudengarkan,,
Saat dimana kamu menjelaskan ribuan kisah yang kadang ku sulit mengerti dengan nalarku,,
Nalarku yang terhalau akan kasih sayang ketulusan nan polos padamu,,
Yang terakhir ku ketahui, seperti itulah cinta,,,
Saat itu, hangat matahari dikalahkan oleh kehangatan kehadiranmu dikeseharianku,,
Saat dimana kamu ada dan menjadi penghapus setiap coretan kisah galau abstrakku,,
Aku tidak peduli akan setiap rahasia yang ditutupi oleh yang lain,,
Karena aku tau rahasiamu selalu tersaji kepadaku,,
Aku nyaman akan sebuah hembusan tatapan matamu,,
Karena kamu adalah apa yang kulihat dari isi matamu,,
Karena kamu adalah apa yang kugenggam dari keteguhanmu,,
Tapi itu adalah saat itu,,,
Saat itu ketika kita masih dalam satu perahu dayung,,
Perahu dayung diatas danau yang kamu bilang lelah terombang ambing diatasnya,,
Jenuh dengan segala hal pemandangan yang tidak menarik,,
Disitulah,,
Awal,,
Dari saat ini ku menjadi seorang yang berbeda untukmu,,
Perbedaan rentang waktu yang memiliki tali panjang tuk digulung kembali,,
Tali panjang yang sudah terputus ditengah-tengah
Tidak ada penghubung sama sekali antara satu sambungan dan sambungan lainnya,,
Dan kamu yang saat itu memotongnya,,
Memotongnya diatas segala harapanku tentang kita,,
Diatas segala cita-cita kita yang kamu ucapkan dengan lihainya,,
Hingga membuatku yang penuh warna menjadi hanya abu-abu,,
Ya aku tau,,
Itu saat itu,,
Dan ini saat ini,,
Saat ini kamu ingin memperbaiki semuanya dan mewarnaiku kembali dengan sisa tinta yang kamu miliki,,
Aku bisa melihat dan takjub dengan segala usahamu untuk memperbaiki tali itu,,
Semua pasang mata, melihat keseriusanmu akan penyesalanmu,,
Aku dan hatiku bisa melihatnya,,
Tapi saat ini,,
Aku sudah memiliki warna sendiri tuk mewarnai abu-abu yang kamu sisakan untukku saat itu,,
Aku sudah menggulung sendiri semua tali yang kamu putus dan menyambungnya dengan tali cita-citaku yang baru,,
Walaupun di perahu dayungku masih belum ada penumpang lain,,
Aku memiliki semua yang aku butuhkan didalamnya saat ini,,
Dan semua rasa yang aku miliki saat itu untukmu,,
Yang kukira cinta,,
Semua sudah hanyut ketika katamu, ombak yang membuat kamu terjebak dalam kebosanan dan terombang-ambing telah membawanya,,
Tidak ada amarah saat itu dan saat ini,,
Aku hanya mengerti dan mulai bisa menerima caramu berfikir,,
Dan ya,,
Kita masih bisa bersama,,
Kita masih bisa berdampingan,,
Hanya saja kamu diperahu dayungmu,, dan aku tetap diperahu dayungku,,
-winda-



1 komentar:
touchy
Post a Comment