Nov 2, 2025

Can you remember?

Dalam sebuah buku berjudul "seporsi mie ayam sebelum mati", ada kalimat kutipan yang berbunyi, "kita hidup di dalam masyarakat yang memandang bahwa kebahagiaan adalah sebuah kewajiban dalam menjalani kehidupan. Dan itulah yang justru sering membuat kita merasa tertekan. Orang orang dipaksa untuk terus mencari kebahagiaan, tanpa diajari bagaimana caranya hidup sambil membawa kesedihan."
Terkadang jiwa jiwa manusia hanya disibukan oleh sesuatu yang tidak lagi terjangkau untuk diselami. Melupakan apa yang dihadapan mata dan menyandang berbagai peran yang tidak perlu dilakoni. Melupakan bahwa diri sejati adalah diorama pengalaman pengalaman yang seringkali dilewati dalam berbagai tangga kehidupan yang tidak lagi dimiliki dimasa lalu ataupun dimasa yang akan datang kan? Kita lupa akan saat ini. Saat diam dan berfikir untuk apa yang dirasakan dan harusnya dinikmati dengan penuh dan utuh.

Segala atribut yang dimiliki, hanya akan ditujukan agar dilihat orang lain dan melupa jika bangga itu apa yang kita lihat pada diri sendiri kan? 

Semua manusia memiliki berbagai ketakutan yang dia miliki. Yang bisa jadi menjadikannya penghalang untuk kebahagian yang harusnya bisa dia raih. Bukan hanya dalam kemasan penampilan semu yang menuntut kesempurnaan lupa bahwa diri sendiri jauh dari sempurna. Namun nyatanya, sejak kecil sudah terdidik untuk menjadi sempurna dan menyanggah bahagia dengan cuma cuma. Lupa akan realita yang kadang diluar angan dan penuh sandungan.

Siapa yang bisa menyangka jika nurani masing masing manusia menyimpan berbagai hal yang mampu menjadi penumbuh kehidupan bagi manusia lain diluar ketakutan ketakutan yang dia miliki. Melupakan nilai diri dan sibuk mengerdilkan diri akan pencapaian pencapaian yang dirasa belum diraih. Membuat lupa akan upaya yang segarisnya bisa dicipta dan ditawar dengan tekad yang kuat. Berjaga selalu menanti kejatuhan diri tanpa ingin melirik apa yang selama ini sudah dilewati. Padahal bisa jadi, kamu sudah mencapai apa yang kamu cari dan kamu butuhkan, hanya saja kamu lupa menikmati karena terlalu mengejar 'standar manusia lain'.
Ketika mereka melihat kamu enggan keluar dari zona aman, padahal faktanya kamu sedang berada dizona paling tidak aman dan sedang dalam peperangan yang sebentar lagi kamu menangkan. Pembicaraan mereka tentang kamu adalah zona tidak nyamanmu yang mereka sendiri sebenarnya tidak pahami. Dan kamu sedang bersiap keluar dari itu, namun apa mereka sadar? Tidak. Dan jangan pinta mereka menyadarinya, namun diri kamulah yang kamu latih dengan penuh disiplin bahwa 'kamu tidak hidup dalam irama kehidupan manusia lain."

Jiwa yang penuh seringkali lupa jika titik sakral yang mampu dinikmati dengan penuh rahasia dan makna adalah disaat jiwamu mampu menikmati hal hal yang tidak dilihat namun kamu tau itu ada. Tidak perlu lantang, tidak perlu seimbang namun mencipta selaras yang bergelimang ucapan penuh syukur walaupun dalam gelap sekalipun kan?

Manusia seringkali sibuk berkelakar akan kurangnya manusia lain. Tapi, pernahkah kita berkelakar pada kekurangan diri sendiri? Sibuk mengulik dan membuka aib manusia lain demi merasa menang dan menikmati tenang yang berakibat menambah ruang luka pada manusia lain? SIbuk mendigdayakan diri haus dengan berbagai kekuasaan yang mampu melakukan perusakan disana sini. Ini menang? Atau kemunduran?

Segala hal baik bermula dari diri sendiri kan? Dampak baik akan berdampak akibat perbuatan baik yang kita bentuk dari awal. Walaupun sejatinya manusia baik adalah manusia yang mau belajar dari kesalahan, bukan menjadikan kesalahan bualan yang diagungkan kan? Berusaha mencari pembenaran sana sini dan melupakan isi nurani hati sendiri yang enggan didengar. 

Jadi bagaimana kamu bisa menikmati bahagia jika dalam prosesnya saja kamu tidak diajari untuk menikmati kesedihan? Sedangkan realitanya, bahagia itu hadir karena melewati proses kesedihan yang memang harus dilewati. Pun tenang juga harus dilewati menghadapi badai porak poranda yang bahkan tidak mampu dilihat manusia lain kan?





0 komentar:

Post a Comment

Total Pageviews

Blogger templates

 
;