Menulis nyatanya menjadi sebuah theraphy yang efektif ya? Menumpahkan 20rb kata seperti apa yang Dr.aisah dahlan ajarkan. Selain menulis juga bisa dilimpahkan dalam jurnaling offline. Sayangnya hidup saat ini berada dalam jaman digital yang segala hal bisa menjadi pisau bermata dua. Bisa menjadi inspirasi, juga bisa menjadi fitnah yang keji. Maka dari itu, saya sangat berhati-hati sekali menjaga tulisan saya agar tidak menjadi polemik yang menyusahkan diri sendiri atau orang lain. Cerpen pun semuanya hanya kisah imajinasi dikepala. Puisi pun berupa kumpulan kata kata penuh kegelisahan yang ramai orang bicarakan atau isi kepala saya yang butuh ditumpahkan.
Mungkin ada beberapa bagian yang terbaca seolah personal. Ya ga papa juga sih, bisa terdengar personal atau bahkan umum. Berharap membawa makna baik yang membuat penulisnya dan pembacanya bertumbuh dalam warna warna yang mungkin makin beragam. Jika membawa dampak buruk, mohon abaikan saja ya. Membaca ulang tulisan-tulisan saya dari awal blog sepi ini dibuat, baru menyadari, ternyata gaya penulisan saya bertumbuh. Cara saya berfikirpun ikut bertumbuh. Mengingat ulang perjalanan menulis yang dari dulu ga ada yang baca hwkwkwkwk... But i love writing, i love reading, i love painting, i love crafting and i love travelling. Makasi ya ALLAH atas segala hal. Alhamdulillah ala kulli hal.
Untuk diri saya dimasa depan. Jika nantinya kamu membaca tulisan-tulisan ini lagi. Lihatlah, bahwa kamu berproses. Sedikit demi sedikit, pelan pelan dengan apa adanya dirimu. Merasa cukup tanpa perlu keramaian mengaburkan makna diri sendiri, kamu cukup. Kamu sudah cukup. Cukup dicintai oleh dirimu sendiri. Dan cukup ALLAH yang menjadi pedoman pembimbing dalam segala aspek kehidupan. Bukan karena kamu merasa paling suci tanpa dosa, justru karena kamu jauhhhh dari sempurna sebagai seorang hamba, maka kamu butuh ALLAH. Terima kasih untuk tidak kalah akan pembicaraan manusia. Terima kasih sudah memilih diam. Terima kasih sudah sering sering menghadiahi diri sendiri dengan berbagai hadiah sederhana yang menyenangkan. Dan terima kasih selalu memiliki kesadaran untuk belajar dari berbagai kesalahan. Motto kita adalah long life learner. Sampai nanti kita tidak lagi menghembuskan nafas. Keep going. Semoga kamu dimasa depan, entah ditahun 2030, 2040, 2050 sudah banyak harapan dan doa kita dikabulkan ALLAH ya. Peluk hangat dari saya untuk saya dimasa depan. Terima kasih untuk selalu menyayangi dirimu sendiri. Terima kasih telah memiliki kesadaran. Terima kasih sudah suka rela menikmati ruang proses yang dinamikanya seperti ombak. Terima kasih atas suka dan duka. Terima kasih sudah terjatuh namun tetap memilih bangkit lagi. Terima kasih sudah memenuhi jiwa dengan belajar ikhlas yang belajarnya susah, seumur hidup pula. I love u my self! I love you more and more! BARAKALLAH hai diriku! 💕🌱

0 komentar:
Post a Comment